Setelah membalas pesan Gayatri dengan nada yang tidak enak, Wistara segera menghubungi teman-temannya yang ada di grup sein kiri bang. Wistara bertujuan untuk menanyakan apa yang harus dilakukan oleh dirinya untuk menghadapi perempuan yang tengah marah. Setelah mendapatkan jawaban dari galen, Wistara mulai mengatur nafasnya dan lelaki itu mendapatkan ide yang lumayan bagus yang paling bisa dirinya lakukan.

Menjemput Gayatri.

Satu-satunya hal yang terbersit dalam kepalanya hanya keinginan untuk bertemu Gayatri dan meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

”gua samperin ke purwakarta aja, kayanya masih keburu.”

langkah terburu-buru itu menuruni lift dengan perasaan yang masih tidak karuan. kakinya menghentak-hentak beberapa kali sampai lift berhenti di parkiran. lelaki itu berjalan menuju kendaraan yang terparkir di dekat pintu keluar basement apartement itu.

”Wish me luck.”

tulis pesannya pada grup bersama teman-temannya.

Wistara mengendarai mobil hitamnya dengan kecepatan di atas rata-rata. lelaki itu takut jika Gayatri telah berangkat menuju jatinangor dan membuat kedatangannya di purwakarta sia-sia.

setelah hampir satu setengah jam perjalanan, Wistara telah keluar di pintu tol jatiluhur. lelaki itu segera menepikan mobilnya terlebih dahulu dan membuka ponselnya untuk menanyakan keberadaan sang kekasih. namun, saat dirinya membuka instagram Wistara menelan ludahnya dengan sangat pahit.

”Berengsek, cowok itu lagi.”

ujarnya saat melihat instagram cerita yang diunggah oleh Gayatri.